HUT ke-48 SMAN 3 Kota Jambi, Gubernur Al Haris Apresiasi Prestasi TKA di Atas Rata-Rata Nasional

Gubernur Jambi Al Haris bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar menghadiri HUT ke-48 SMAN 3 Kota Jambi
Gubernur Jambi Al Haris bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar menghadiri HUT ke-48 SMAN 3 Kota Jambi

VOJNEWS.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 SMAN 3 Kota Jambi berlangsung semarak dan sarat makna, Rabu (4/1/2026). Momen bersejarah ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar My, Dirbimas Polda Jambi, jajaran guru, para alumni, serta ratusan siswa yang memadati lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian akademik SMAN 3 Kota Jambi yang dinilainya sangat membanggakan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), dari 14 bidang studi yang diujikan, sebanyak 12 bidang studi berhasil meraih nilai di atas rata-rata nasional.

Bacaan Lainnya

“Saya apresiasi SMA 3 Jambi. Dari 14 tes TKA kemarin, alhamdulillah 12 bidang studi nilainya di atas rata-rata nasional. Ini luar biasa. Artinya, di Jambi, menurut saya, SMA 3 yang nilainya paling baik,” ujar Al Haris.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari konsistensi pola asuh dan pola pendidikan yang diterapkan para guru. Dengan capaian akademik yang solid, Al Haris optimistis siswa-siswi SMAN 3 Kota Jambi memiliki peluang besar untuk menembus perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Ini menunjukkan anak-anak kita sudah berkelas nasional, bahkan internasional. Saya dengar sudah ada yang diterima di Singapura. Ini prestasi yang patut dibanggakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Al Haris menegaskan bahwa hasil TKA ke depan akan menjadi indikator penting dalam menilai kinerja sekolah dan kepala sekolah. Evaluasi tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun dan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk penempatan kepala sekolah serta pengalokasian anggaran pendidikan.

“Kalau hasilnya menurun, ini menjadi warning. Tidak boleh ada stagnasi dalam pendidikan. Bahkan ke depan, hasil ini juga menjadi dasar dalam penganggaran dan program revitalisasi sekolah,” tegasnya.

Pos terkait