VOJNEWS.ID – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengimbau seluruh guru di satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB untuk lebih aktif memantau perkembangan belajar siswa selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kebijakan ini berlaku selama periode 23 Februari hingga 14 Maret 2026, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski peserta didik tengah menjalankan ibadah puasa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, menegaskan pentingnya peran guru dalam memastikan capaian pembelajaran siswa tidak mengalami penurunan selama Ramadan.
“Mendorong guru melakukan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar murid selama bulan Ramadan,” ujar Umar.
Ia menjelaskan, asesmen formatif menjadi instrumen penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran yang lebih efektif dan humanis selama Ramadan.
Selain itu, Disdik juga meminta sekolah memberikan perhatian khusus kepada peserta didik yang membutuhkan dukungan tambahan, termasuk anak berkebutuhan khusus maupun siswa yang berpotensi mengalami ketertinggalan pembelajaran.
“Memberikan perhatian dan dukungan khusus bagi anak berkebutuhan khusus dan/atau anak yang memiliki potensi tertinggal dalam pembelajaran,” tambahnya.
Tidak hanya itu, dalam rangka menjaga kondisi fisik siswa yang berpuasa, Disdik Provinsi Jambi juga menginstruksikan agar intensitas kegiatan pembelajaran yang bersifat fisik dikurangi. Mata pelajaran seperti Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) diimbau untuk menyesuaikan aktivitas agar tidak terlalu menguras energi.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, seimbang antara pemenuhan kebutuhan akademik dan pelaksanaan ibadah puasa, sehingga siswa tetap produktif, sehat, dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran selama Ramadan.

