Selain itu, mereka juga diharapkan menjadi motor penggerak edukasi lingkungan di sekolah dan membentuk jejaring Guru Peduli Gambut sebagai ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik.
“Serta mendorong siswa agar memahami pentingnya menjaga gambut dan mampu melakukan aksi nyata di lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, menyampaikan bahwa pelatihan tahun ini merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya yang berfokus pada penyusunan kurikulum. Tahun ini, guru-guru mendapatkan pemantapan materi dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan lingkungan hidup bagi generasi muda.
“Ajarkanlah kepada anak-anak bukan hanya cara mencintai gambut, tetapi juga cara menjaga, menghormati, dan merawatnya. Sebab yang kita rawat hari ini akan menjadi masa depan mereka esok hari, ” kata Syamsurizal.






