Puluhan Guru di Jambi Dibekali Kurikulum Gambut, Siap Jadi Muatan Lokal di SMA dan SMK

Asisten II Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal
Asisten II Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal

VOJNEWS.ID – Upaya memperkuat pendidikan lingkungan di Provinsi Jambi terus digencarkan. Sebanyak 79 guru SMA dan SMK dari berbagai kabupaten/kota mengikuti pelatihan penyegaran pembelajaran kurikulum gambut yang digelar sebagai langkah menjadikan kurikulum tersebut sebagai Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Varial Adhi, melalui Kabid Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan DLH Provinsi Jambi, Asnelly Ridha Daulay, menegaskan bahwa Jambi merupakan salah satu provinsi dengan kawasan gambut terluas di Indonesia. Kondisi ini membuat wilayah Jambi rentan terhadap kerusakan ekosistem, kebakaran hutan dan lahan, serta perubahan tata air.

Bacaan Lainnya

“Peran guru sangat strategis dalam memastikan isu-isu lingkungan, khususnya gambut, tersampaikan melalui proses pembelajaran yang kontekstual dan relevan. Setelah pelatihan tahun 2023, sangat penting bagi kita semua untuk terus melakukan penyegaran, pembaruan materi, serta evaluasi implementasinya di sekolah masing- masing,”‘ jelas Asnelly, Rabu (26/11/2025).

Pelatihan tersebut merupakan bentuk sinergi antara DLH Provinsi Jambi dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Fokus utamanya ialah penguatan kapasitas para guru dalam mengimplementasikan kurikulum gambut ke dalam proses pembelajaran di SMA dan SMK.

Peserta pelatihan terdiri dari guru-guru dari kawasan gambut di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Merangin, dan Sarolangun.

Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan serta mengintegrasikan kurikulum gambut ke dalam pembelajaran, baik melalui mata pelajaran maupun projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Selain itu, mereka juga diharapkan menjadi motor penggerak edukasi lingkungan di sekolah dan membentuk jejaring Guru Peduli Gambut sebagai ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik.

“Serta mendorong siswa agar memahami pentingnya menjaga gambut dan mampu melakukan aksi nyata di lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, menyampaikan bahwa pelatihan tahun ini merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya yang berfokus pada penyusunan kurikulum. Tahun ini, guru-guru mendapatkan pemantapan materi dari pemerintah pusat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan lingkungan hidup bagi generasi muda.

“Ajarkanlah kepada anak-anak bukan hanya cara mencintai gambut, tetapi juga cara menjaga, menghormati, dan merawatnya. Sebab yang kita rawat hari ini akan menjadi masa depan mereka esok hari, ” kata Syamsurizal.

Pos terkait