VOJNEWS.ID, KOTA JAMBI – Pasca diwarna aksi oleh Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (Alat Jitu), tuntutan penutupan Helen’s Play Mart (HPM) kembali memantik reaksi masyarakat Jambi. Berbagai tanggapan mencuat mulai dari pembelaan dan dukungan penutupan.
Ketua Alat Jitu Adean Teguh menegaskan bahwa persoalan paling urgen dalam gerakan tutup HPM secara permanen bukan semata-mata terkait izin operasional, melainkan menyangkut nilai historis, marwah, dan norma adat Melayu Jambi di tanah sacral tanah pilih pusako betuah.
“ Dengar baik-baik masyarakat Jambi, HPM ini merupakan club malam yang menampung muda-mudi melakukan aktivitas hiburan malam yang notabennya melakukan kegiatan negative yang melanggar norma-norma adat yang berazaskan syarak bersendikan kitabullah, ini Jambi harus menjujung itu,” sebut Adean Teguh (01/01/2025).







