Donny menekankan bahwa sistem ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas guru di luar jam mengajar. Selain itu, dengan pola distribusi guru yang lebih merata, tidak ada lagi sekolah favorit yang mendapat keistimewaan dibanding sekolah lain.
“Yang saya inginkan adalah peningkatan produktivitas guru diluar jam mengajar, tidak ada lagi sekolah yang favorit. Kita juga mendorong angka stunting yang tinggi akibat guru kurang memperhatikan anaknya,” ujar Donny.
Lebih lanjut, Donny menargetkan uji coba sistem ini dapat dilakukan mulai 2026 di beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).