Penolakan Pengelolaan Wisata oleh Pihak Ketiga Menguat, Warga Kerinci Desak Pemkab Ambil Alih

JAMBI – Gelombang penolakan terhadap pengelolaan objek wisata oleh pihak ketiga kian menguat di tengah masyarakat Kabupaten Kerinci, terutama menjelang libur Lebaran. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci untuk mengambil alih langsung pengelolaan destinasi wisata milik daerah.

Desakan ini bukan tanpa alasan, sejumlah persoalan yang dinilai terus berulang menjadi pemicu utama, terutama terkait penetapan tarif tiket masuk dan biaya parkir yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan dalam peraturan daerah.

Bacaan Lainnya

“Kalau dikelola pihak luar, tarifnya sering tidak sesuai aturan. Ujung-ujungnya pengunjung yang merasa dirugikan,” ujar Rafly, warga Kerinci.

Selain persoalan tarif, warga juga menyoroti dampak yang lebih luas ketika polemik tersebut mencuat ke publik, khususnya di media sosial. Menurut mereka, citra daerah ikut terdampak ketika keluhan wisatawan menjadi viral.

“Kalau dipihakketigakan, parkir dan tiket masuk mahal lalu viral, yang repot tetap Pemkab Kerinci juga karena nama daerah ikut terbawa,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari para pengunjung yang merasakan langsung tingginya biaya saat berwisata. Mereka menilai harga yang dipatok tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia di lokasi wisata.

Pos terkait