VOJNEWS.ID – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jambi, Dr. Faizal Riza, S.T., M.M., menyoroti kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas udara yang kini berada di kategori berbahaya.
Faizal Riza menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada upaya mengatasi asap. Menurutnya, langkah pencegahan serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan karhutla harus dilakukan secara serius dan konsisten.
“Di sisi lain, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai asap. Pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku karhutla harus berjalan secara serius dan konsisten,” tegas Faizal Riza, Kamis (8/10/2026).
Selain persoalan penanganan kebakaran, Faizal Riza juga memberikan perhatian terhadap bantuan Presiden yang diberikan kepada Provinsi Jambi untuk menangani dampak karhutla.
“Bantuan tersebut adalah hak masyarakat dan merupakan bentuk kehadiran negara. Karena itu, saya meminta agar seluruh bantuan dikelola secara transparan, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya
DPRD Provinsi Jambi menyatakan komitmen untuk selalu fungsi pengawasan agar bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Kami akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan apa pun,” kata Faizal Riza.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang masih terjadi.
“Dalam kondisi seperti sekarang, keselamatan masyarakat adalah yang utama. Jangan sampai rakyat menjadi korban karhutla dan asap, sementara bantuan negara justru tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan,” imbuhnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Tanjung Jabung Barat itu pun mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum hingga masyarakat, untuk bersama-sama melakukan pencegahan karhutla sekaligus menjaga kesehatan selama kualitas udara terdampak asap.
“Mari bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat, mencegah karhutla, dan memastikan setiap bantuan pemerintah benar-benar dirasakan oleh rakyat Jambi,” pungkasnya.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

