VOJNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menerima bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebesar Rp30 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut telah disalurkan kepada empat organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung penanganan karhutla hingga akhir 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengatakan bantuan tersebut telah direalisasikan melalui mekanisme pergeseran anggaran sebelum kemudian dimasukkan ke dalam APBD Perubahan 2026.
“Sudah disalurkan, diawali dengan pergeseran mendahului perubahan, lalu kita bawa ke APBD Perubahan dan sudah diketok palu. Dana bantuan itu sudah terbagi habis, tinggal dijalankan karena masih ada rentang waktu sampai Desember 2026,” kata Sudirman.
Sudirman merinci, empat OPD yang menerima alokasi bantuan tersebut yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sebesar lebih dari Rp18 miliar, RSUD Raden Mattaher Jambi Rp6,5 miliar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi lebih dari Rp2,8 miliar, serta Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jambi sebesar Rp1,8 miliar.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan akuntabel oleh masing-masing OPD. Penggunaan anggaran juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari penanganan karhutla, pelayanan kesehatan hingga penanganan pascabencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan alokasi anggaran yang diterima BPBD akan difokuskan untuk mendukung kebutuhan personel, pengadaan peralatan penanganan karhutla, serta mobilitas kendaraan operasional.
“Kami (kebutuhan) untuk personel, alat, dan mobilitas kendaraan, karena itu dibunyikan,” ujar Bachyuni.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andria, menyebut bantuan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Sejumlah peralatan yang diusulkan antara lain kendaraan roda dua, mesin nozel, selang, serta sepatu lapangan bagi masyarakat peduli api (MPA). Selain itu, Dishut Jambi juga mengusulkan pembangunan 12 hingga 14 unit sumur bor.
“Pembuatan sumur bor diprioritaskan di lahan gambut yang rawan terbakar. Ini untuk mengatasi kendala minimnya sumber air yang selama ini sering ditemui petugas saat proses pemadaman di lapangan,” ungkap Andri.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemprov Jambi berharap kapasitas penanganan karhutla dapat semakin diperkuat, khususnya dalam menghadapi wilayah rawan kebakaran dan memastikan kebutuhan personel serta peralatan dapat terpenuhi di lapangan.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

