Zulkifli Linus Sambut Ramadhan 1447 H, Ajak Warga Jambi Jaga Kekhusyukan Ibadah 

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Zulkifli Linus mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Zulkifli Linus mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah

VOJNEWS.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dimulai pada Kamis (19/2/2026), Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Linus, menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan untuk menjaga suasana kondusif selama bulan penuh berkah tersebut.

Dengan penuh khidmat, Zulkifli Linus mengajak seluruh masyarakat Jambi menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat mempererat persaudaraan.

Bacaan Lainnya

“Marhaban ya Ramadhan! Di bumi Tanah Pilih Pusako Batuah ini, mari kita jaga kekhusyukan ibadah dengan saling menghormati dan mempererat silaturahmi. Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H,” ucap Zulkifli Linus.

Zulkifli Linus menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan. Seiring terbitnya hilal di langit Kota Jambi, Zulkifli mengajak masyarakat untuk membersihkan diri dari segala noda dan dosa.

“Selamat datang bulan penuh ampunan untuk seluruh warga Jambi. Semoga Ramadhan kali ini membawa keberkahan, kedamaian, dan memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Tak hanya menyampaikan pesan spiritual, Zulkifli Linus juga menyoroti langkah Pemerintah Kota Jambi yang telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2026 tentang pembatasan operasional hiburan malam selama bulan Ramadhan. Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan upaya menjaga ketertiban umum dan menciptakan suasana yang kondusif bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.

Ia pun meminta para pelaku usaha hiburan malam untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi menghormati bulan suci Ramadhan.

“Kita berharap semua pihak dapat bekerja sama dan menaati ketentuan yang berlaku. Ini bukan hanya soal aturan, tetapi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal masyarakat Jambi,” tegasnya.

 

 

 

Pos terkait