Sedangkan bidang pengawasan obat dan makanan, Pemprov Jambi berkoordinasi dengan BPOM guna memastikan peredaran obat dan pangan sesuai standar keamanan dan mutu.
“Pengawasan obat dan makanan kami berkoordinasi dengan BPOM untuk memastikan peredaran obat dan pangan menurut standar,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh menekankan pentingnya peningkatan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan di Jambi agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Jambi ini menjadi tujuan kita karena kita ingin melihat isu-isu krusial di komisi lX terkait pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.
Selain pelayanan rumah sakit, Komisi IX juga menyoroti persoalan stunting yang menunjukkan tren kenaikan di Jambi. Data mencatat, angka stunting meningkat dari 17,1 persen pada 2024 menjadi 19,5 persen pada 2025. Lonjakan ini menjadi perhatian serius, mengingat stunting berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Kenaikan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat intervensi gizi, memperluas edukasi kesehatan, serta meningkatkan layanan bagi ibu dan anak. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar target penurunan stunting dapat kembali tercapai di Provinsi Jambi.






