Menurut Erdalena, pada hari yang sama, sekitar 20 siswa serta beberapa guru lain juga telah mengonsumsi makanan yang sama tanpa mengalami keluhan serupa.
Ia menduga kondisi tersebut lebih disebabkan oleh faktor kelelahan atau kondisi fisik yang kurang fit. Bahkan, dua orang yang sempat dirujuk ke RS Raden Mattaher disebut mengalami penurunan kondisi tubuh (drop) sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis.
“Mungkin 2 orang yang memang sempat di rujuk ke RS Raden Mattaher tadi lagi posisi kurang fit/kelelahan, jadi mereka drop. Saat ini kondisi mereka semua sudah membaik dan sudah pulang ke rumah,” pungkasnya






