Usai Dipuji Menkes, Al Haris: Kami Bekerja untuk Masyarakat 

Gubernur Jambi, Al Haris bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin
Gubernur Jambi, Al Haris bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin

VOJNEWS.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, memberikan tanggapan usai menerima apresiasi langsung dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, atas keberhasilannya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Dalam keterangannya, Al Haris menegaskan bahwa kerja pemerintah daerah bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan bentuk pengabdian bagi masyarakat Jambi.

Bacaan Lainnya

“Kita bekerja untuk melayani masyarakat Provinsi Jambi. Kalau dibalik itu ada prestasi alhamdulillah,” ucap Al Haris.

Meski mendapat pujian, Al Haris menyadari bahwa tantangan ke depan masih besar. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan di rumah sakit rujukan utama Provinsi Jambi tersebut.

“Tantangan kita kedepan mempertahankan, bahkan meningkatkan dari sebelumnya. Paling tidak, rawat yang ada,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Gubernur Al Haris mengungkapkan bahwa RSUD Raden Mattaher tengah mempersiapkan pelaksanaan transplantasi ginjal pada akhir tahun 2025. Program ini diharapkan menjadi terobosan besar dalam pelayanan kesehatan di daerah.

“Desember ini ditargetkan Jambi melakukan transplantasi ginjal,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi, Al Haris, atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Menkes menilai langkah Gubernur Al Haris yang rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.

Tak hanya itu, Budi juga memuji capaian Provinsi Jambi yang berhasil menghadirkan tenaga dokter spesialis dasar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

“Pak Gubernur ini luar biasa. Saya sudah lama kenal beliau. Tadi saya tanya, berapa punya dokter spesialis? Hampir semuanya ada di 10 kabupaten/kota, lengkap. Sangat jarang, mungkin hanya seperti di provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa,” ujar Budi.

Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Pos terkait