Urgensi Masyarakat Adat Melayu Jambi Desak Helen Play Mart Harus Ditutup Segera!

Helen's Play Mart di Kota Jambi
Helen's Play Mart di Kota Jambi

KOTA JAMBI – Penolakan terhadap keberadaan Helen Play Mart di Kota Jambi muali dipertantakan. Kali ini datang dari Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (Alat Jitu) yang menilai lokasi dan aktivitas usaha tersebut telah mencederai nilai adat, budaya, dan religius masyarakat Jambi.

Perwakilan Alat Jitu, Adean Teguh, menegaskan bahwa urgensi penutupan Helen Play Mart tidak semata soal dugaan aktivitas maksiat, tetapi karena letaknya berada di kawasan sakral adat Melayu Jambi. Lokasi usaha itu dinilai terlalu dekat dengan Rumah Gubernur Jambi, simbol rumah adat dan pusat nilai-nilai kebudayaan Melayu Jambi.

Bacaan Lainnya

“Rumah Rajo bukan sekadar bangunan, tapi lambang marwah adat. Jika di sekitarnya tumbuh aktivitas yang diduga bertentangan dengan adat dan agama, maka itu bentuk pelecehan terhadap identitas Melayu Jambi,” ujar Adean Teguh.

Selain itu, keberadaan Helen Play Mart juga disebut berseberangan langsung dengan kawasan Kota Santri Jambi Seberang, wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan agama, pesantren, serta tradisi keislaman yang kuat.

Kondisi ini dinilai menciptakan kontradiksi ruang sosial yang tajam antara nilai religius dan aktivitas usaha yang menuai polemik.

Tak hanya itu, lokasi tersebut juga berdekatan dengan Masjid Agung Al-Falah, ikon spiritual dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kota Jambi. Kedekatan ini semakin mempertegas urgensi evaluasi dan penindakan tegas dari pemerintah daerah.

Pos terkait