VOJNEWS.ID – Seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi, Dapil Kerinci-Sungai Penuh mendesak Gubernur Jambi Al Haris untuk segera mempertemukan dua Kepala Daerah yakni, Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci.
Permintaan dewan ini dilandasi dengan permasalahan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional yang belum mencapai titik kesepakatan antar kedua daerah tersebut.
“Gubernur yang menjembatani, kita tidak ada kapasitas untuk mempertemukan orang ini. Kita memberikan dorongan pak Gubernur, tolong bagaimana Kerinci dan Sungai Penuh. Dalam waktu dekat sebelum pembahasan RPJMD,” kata anggota DPRD Provinsi Jambi, Edminuddin.
Menurutnya, salah satu daerah harus memberikan kontribusi lebih untuk membangun TPA regional tersebut. Mengingat, ini sangat penting sehingga berdampak positif terhadap lingkungan.
“Apakah di Sungai Penuh atau Kerinci tempatnya, ini namanya sampah. Tentu salah satu harus ada memberikan kontribusi, kompensasi, terhadap daerah yang mendapatkan pembuangan sampah tersebut,” ujarnya.
Setelah Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci telah mencapai kesepakatan, baru DPRD Provinsi Jambi akan berupaya keras dalam memperjuangkan TPA regional tersebut.
“Masalah anggaran tentu kami yang akan memperjuangkan, tergantung Kepala Daerah sepakat atau tidak. Kalau sudah sepakat, baru Provinsi memperjuangkan,” ungkap Edminuddin.
Rancangan pembuatan TPA regional di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sudah 10 tahun dibahas. Nanun, hal ini masih terkendala dengan lokasi titik yang belum mendapatkan persetujuan dari kedua Kepala Daerah.
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Sungai Penuh-Kerinci dari fraksi Golkar, Amrizal menyampaikan bahwa ia bersama rekan-rekan dewan lainnya sangat mendukung keberadaan TPA regional dibangun di wilayah Sungai Penuh atau Kerinci.
“Saat ini waktu titik temunya yang belum. Kami berenam ini ada Arwiyanto, Rucita, Edminuddin, Yuza, dan Yansah sangat mendukung keberadaan TPA regional tersebut,” katanya.
Beliau meminta agar Gubernur Jambi Al Haris mempertemukan Kepala Daerah Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci untuk mencapai kesepakatan perihal ini.
“Jangan sampai ada keributan nantinya,” pungkasnya.

