VOJNEWS.ID – Sejumlah keberadaan Mal di Kota Jambi kini mulai memberikan dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan musibah banjir yang melanda warga Simpang lV Mayang, Kota Jambi, pada beberapa waktu lalu.
Saat ini kuat dugaan bahwa penyebab banjir di wilayah Simpang lV Mayang terjadi dikarenakan adanya pembangunan Mal Jambi Business Center dan Jambi Town Square (Jamtos).
Keberadaan Mal ini dahulunya dijadikan warga sebagai tempat resapan air, namun kini sudah berubah menjadi bangunan megah di tengah wilayah Kota Jambi.
Diketahui, Jamtos tidak memiliki kolam retensi sama sekali sejak dibangun. Tentunya, ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi ataupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menyelesaikan persoalan ini.
Mengingat, setiap kali Kota Jambi diguyur hujan lebat warga Kelurahan Simpang lV Mayang mengalami kebanjiran.
“Awal-awal kan sungai ini tempat warga untuk mencuci dan tempat mandi. Namun berdirilah Jamtos. Tapi dahulunya banjirlah yang diatas, nah setelah Jamtos, pemerintah membuat saluran hingga menyempit sehingga air sungainya menjadi dangkal. Sejak Jamtos di bangun memang ada banjir, tapi masih dalam tahap aman. Setelah pembangunan JBC, banjir sudah sering terjadi kedalamannya sampai ke plafon rumah warga,” ungkap Ketua RT 09 Kelurahan Simpang lV Mayang, Widrin, Senin (14/4/1025).
Lebih lanjut, Widrin menyampaikan bahwa Jamtos membuang limbahnya ke aliran anak sungai yang berada di Simpang lV Sipin.
“Jamtos tu dahulunya kios minyak, sekarang jadi Jamtos. Sering buang limbah ke sini dan dak biso dipake lagi aeknyo. Sayo lihat sering warno-warno hitam dan bau dibuang ke sungai jugo,” imbuhnya.
Sementara itu, warga sudah benci terhadap pihak JBC dan Jamtos yang yang diduga membangun Mal megah tanpa memperhatikan keselamatan warga sekitar.
“Mulai dari RT 10, 9, 8, 11 3, 32 dan Rt 02, merencanakan aksi unjuk rasa jika tidak adanya itikad baik dalam 2 bulan kedepan, dalam mengatasi banjir oleh pihak JBC maupun pemerintah Kota Jambi dan Provinsi Jambi. Sekarang masih bisa ditahan, hati-hati kalau aksi warga Sungai Kambang JBC bisa di tutup,” tegas Widrin.
Terkahir, Widrin menerangkan bahwa kolam retensi yang dimiliki JBC saat ini seperti kolam ikan yang cocok digunakan untuk spot mancing.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

