Suhu Ekstrem Landa Dataran Tinggi Jambi, Ini Kata BMKG

VOJNEWS.ID – Suhu udara di dataran tinggi Provinsi Jambi mengalami penurunan drastis selama malam hingga pagi hari. Fenomena ini melanda wilayah Kerinci, Kota Sungai Penuh, serta kawasan Jangkat di Kabupaten Merangin, dan dikenal dengan istilah Bediding.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Depati Parbo Kerinci, Kurnianingsih, menjelaskan bahwa fenomena Bediding merupakan hal lazim yang terjadi selama musim kemarau.

Bacaan Lainnya

“Suhu dingin saat ini disebabkan oleh pengaruh Monsun Australia yang membawa massa udara dingin dari benua Australia ke wilayah Indonesia,” jelasnya, Sabtu (12/7).

Wilayah dataran tinggi di Jambi, menurut BMKG, telah memasuki musim kemarau sejak awal Mei dan diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang. Kondisi ini memicu turunnya suhu minimum hingga 18,2 derajat Celsius, lebih rendah dari suhu normal sekitar 22,5 derajat Celsius..

Fenomena alam tersebut, lanjutnya, akibat Kurnianingsih mengingatkan, paparan udara dingin ekstrem ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama gangguan pernapasan dan alergi.

Pos terkait