SJambi – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi pada beberapa waktu lalu sudah menghabiskan 768 hektar per tanggal 3 September 2024, karhutla itu terdapat di 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Andre Eko Rinjani, dalam percakapan tersebut ia mengatakan bahwa karhutla yang lumayan cukup luas ada di wilayah Muaro Jambi, Sarolangun, dan Batanghari.
Dalam menangani karhutla ini, BPBD telah bekerja sama dengan Danrem 042/Gapu, Polda Jambi, Manggala Agni dan masyarakat sekitar untuk berusaha semaksimal mungkin memadamkan api.
Setelah Provinsi Jambi diguyur hujan dalam beberapa hari terkahir, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH menyatakan status karhutla di Provinsi Jambi akan berakhir pada bulan November tahun 2024 ini.
“Status karhutla insyaallah akan berakhir di bulan November, sesuai dengan schedule,” kata Sudirman, Senin (25/11/2024) di Swiss-Belhotel.
Hanya saja, dalam pengalihan status ini. Pemprov Jambi terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD, Kementerian, serta pihak terkait yang terlibat dalam mengantisipasi karhutla.
“Persiapan harus kita lakukan, kita juga masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut antara BPBD dan Kementerian yang selalu mensupport kegiatan terutamanya water booming,” jelas Sudirman.
Dirinya mengungkapkan, apabila status karhutla ini berkahir. Maka, anggaran yang akan direalisasikan juga harus diselesaikan.
“Pengakhiran status karhutla ini berkorelasi dengan alokasi anggaran yang akan di realisasikan, kalau status karhutlanya selesai. Maka, anggarannya juga harus selesai,” ungkapnya.

