VOJNEWS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan konsumsi sayur-sayuran di kalangan peserta didik.
Beberapa siswa di SMN 17 Kota Jambi mengaku tidak menyukai semau jenis sayuran yang disajikan oleh penyedia makanan.
“Ada tempe dan sayur, tapi ada yang dak suka wortel sama kacang panjang. Bisanya cuma makan kangkung,” kata salah siswa kepada Wakil Walikota Jambi, Diza Hazra Aljosha. Senin 24 Februari 2025.
Menanggapi persoalan itu, Diza akan mengevaluasi pola penyajian makanan agar siswa lebih menerima asupan sayuran untuk kebutuhan tubuh mereka.
“Ada bebebrapa anak yang memang gak suka sayur, tapi nanti kita coba evaluasi beatap pentingnya sayur jntjk kebutuhan perkembangan anak-anak,” ujar Diza.
Evaluasi ini mengganti program makanan MBG, namun meningkatkan kesadaran siswa pentingnya mengonsumsi sayuran bagi kesehatan.
Menurut Diza, program MBG ini bukwn hanya sekedar memberikan makan yang sehat dan bergizi kepada siswa. Namun, juga memastikan generasi bangsa bisa terbebas dari stunting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Diketahui, program MBG di Kota Jambi telah diluncurkan pada 17 Februari 2025 kemarin dengan menyasar ke 3.408 siswa dan 14 sekolah tingkat TK, SD, SMP, dan SMA.
Adapun 14 sekolah tersebut yakni, TK Al-Aqso, TK dan Playgroup Al Fatih Kids, TK Al-Hidayah, TK Islam Al-Amal, TK dan Paud An-Nur, SDN 131 Kota Jambi, SDN 66 Kota Jambi, SDN 201 Kota Jambi, SDN 198 Kota Jambi, SDN 87 Kota Jambi, MIS Nurul Ihsan, SMPN 17 Kota Jambi, SMP Islam Al-Fatih, dan SMAN 10 Kota Jambi.

