VOJNEWS.ID – Jalan lintas sumatera kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi saat ini sangat memprihatinkan akibat dari rusaknya jalan tersebut hingga membentuk gelombang dan menyebabkan kecamatan hingga korban jiwa.
Berdasarkan informasi yang didapat, selama 2 tahun lebih Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tak pernah memperbaiki ataupun memelihara jalan nasional di Provinsi Jambi tersebut.
Ini mengundang pertanyaan warga sekitar, apakah ada anggaran untuk pemeliharaan jalan di dekat jembatan Aurduri 1 tersebut atau tidak ada.
Hingga berita ini diterbitkan, vojnews.id belum mendapatkan data terkait berapa biaya pemeliharaan jalan lintas sumatera di jembatan Aurduri 1 per tahunnya.
Pada beberapa waktu lalu, seorang pemuda mengalami nasib naas saat melintasi jalan yang dianggap tak layak lagi dijadikan sebagai jalan nasional. Mengingat, jalan tersebut sudah sangat berbahaya bagi pengendara motor ataupun mobil.
usaknya jalan lintas sumatera di jembatan Aurduri 1 ini mengundang perhatian DPRD Provinsi Jambi, terutama M Hafiz Fattah selaku ketua DPRD Provinsi Jambi. Ia meminta agar BPJN IV segera memperbaiki jalan itu dalam waktu dekat, dirinya khawatir akan terjadinya kembali korban lakalantas di jalan tersebut.
“Kita mendengar kabarnya kemarin bahwa jalan ini telah menimbulkan tragedi kehilangan nyawa seseorang, kami meminta kepada BPJN agar dapat menyelesaikan jalan yang hari ini kondisinya kurang baik dan mengganggu kelancaran lalulintas yang ada di jembatan Aurduri 1,” ujar Hafiz Fattah.
“Kita berharap dalam waktu yang singkat ini mereka bisa memperbaiki jalan tersebut, baik bersifat sementara ataupun tetap,” pungkasnya.
Selain Hafiz Fattah, wakil ketua komisi lll DPRD Provinsi Jambi Ansori akan memanggil pihak BPJN dan akan menanyakan anggaran mereka terhada jalan lintas sumatera di jembatan Aurduri 1.
Menurut Ansori, kerusakan jalan ini hingga menimbulkan korban jiwa itu sudah termasuk kelalaian dari BPJN IV karena tidak memperhatikan kondisi jalan yang selama 2 tahun lebih tidak diperbaiki.
“Kami jugo ad agenda untuk memanggil BPJN jugo, terutamo mengenai program BPJN, khususnyo program balai masalah infrastruktur Jambi,” ujar Ansori.
“Sudah, mangkonyo kami jugo akan memanggil BPJN program mereka selamo ini apo bae, masuk dak jalan lintas jembatan Aurduri tadi,” tutupnya.


