VOJNEWS.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, melaksanakan Safari Ramadhan 1446 Hijriah di Masjid Jami’ Al-Mu’minin, Kelurahan Pasar Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Sabtu (28/02/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pembangunan dengan pemerintah kabupaten/kota.
Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jambi itu disambut antusias masyarakat. Ia didampingi Bupati Merangin H. M. Muhammad Syukur, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran OPD provinsi dan kabupaten, unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jambi, serta perwakilan BAZNAS dan MUI setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Isya dan Tarawih berjamaah. Suasana khidmat terasa di masjid yang berdiri megah berkat swadaya dan gotong royong warga. Kebersamaan itu menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Pamenang dalam membangun rumah ibadah sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan.
Dalam sambutannya, Al Haris mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat kesehatan dan kesempatan menjalankan ibadah Ramadhan. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan dan harapan akan syafaat di hari akhir.
Gubernur turut mengapresiasi kekompakan warga dalam membangun dan memakmurkan Masjid Jami’ Al-Mu’minin. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Masjid ini luar biasa. Kekompakan masyarakatnya sangat terasa. Jika kita bersatu dan memiliki semangat yang sama, pembangunan apa pun bisa terwujud,” ujarnya.
Tak hanya bicara pembangunan fisik, Al Haris juga menyoroti tantangan sosial yang tengah dihadapi bangsa, terutama terkait ketahanan keluarga. Ia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, sekitar 25 persen anak Indonesia tumbuh tanpa figur ayah (fatherless).
“Artinya, dari 100 anak, sekitar 25 anak tumbuh tanpa peran ayah. Ini bukan angka kecil. Ini menjadi tugas kita bersama untuk membina dan membimbing mereka,” tegasnya.
Menurutnya, keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Peran ayah dan ibu dalam membentuk karakter, menanamkan nilai agama, serta membangun kedisiplinan sangat menentukan masa depan generasi muda. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal dan capaian ekonomi, tetapi juga pada pembinaan akhlak.
“Akhlak adalah benteng utama anak-anak kita dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus globalisasi dan pengaruh media sosial,” katanya.
Ia juga mengajak sekolah, tokoh agama, dan lembaga keagamaan untuk memperkuat pendidikan karakter. Masjid, menurutnya, harus menjadi pusat pembinaan umat, terutama bagi generasi muda.






