“Karena ini ada hubungannya dengan pemegang saham Bupati dan Walikota, tentu Bank Jambi wajib melaporkan persoalan itu ke pemegang saham. Sehingga pemegang saham nanti bisa mengambil langkah-langkah dengan Direksi Bank Jambi,” tegasnya.
Gubernur Jambi dua periode itu akan berkomunikasi dengan Bank Indonesia agar layanan ATM dapat segera kembali normal.
Masyarakat yang ingin melakukan transaksi penarikan dana masih dapat dilayani secara langsung melalui kantor cabang Bank Jambi terdekat.
“Kita ingin proses transaksi keuangan di lapangan di ada masalah, tidak ada masyarakat yang dirugikan. Untuk saat ini masih bisa mengambil uang di Bank Jambi, hanya saja tidak menggunakan ATM,” pungkasnya.






