VOJNEWS.ID – Rocky Candra resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi periode 2026–2031 dalam Temu Karya Karang Taruna ke-VIII, Sabtu (14/2). Ia ditetapkan secara sah setelah menjadi satu-satunya calon yang mendaftar dan memperoleh dukungan mayoritas peserta.
Penetapan berlangsung dalam suasana demokratis, tertib, dan penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian sidang pleno, penyampaian pandangan umum, hingga verifikasi dukungan dari perwakilan 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi berjalan lancar sebelum keputusan diketok.
Temu Karya ke-VIII ini dihadiri delegasi Karang Taruna dari seluruh daerah, pengurus demisioner, unsur pemerintah daerah, serta tokoh pemuda. Forum tersebut menjadi momentum penting konsolidasi organisasi kepemudaan di tingkat provinsi.
Dalam pidato perdananya, Rocky menegaskan komitmennya menjadikan Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia memastikan organisasi yang dipimpinnya akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta mendukung program “Mantap” Pemerintah Provinsi Jambi.
“Karang Taruna siap menyukseskan program-program pemerintah di seluruh kabupaten dan kota,” tegas Rocky Chandra yang juga anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jambi.
Rocky yang juga anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jambi itu menyatakan seluruh program kerja akan diselaraskan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, kemandirian ekonomi, serta pembangunan sosial berbasis masyarakat.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Budi Djiwandono. Menurutnya, kepemimpinan tersebut diyakini mampu melahirkan kebijakan yang mendorong kemajuan dan kreativitas generasi muda, termasuk di Jambi.
“Kami optimis, di bawah kepemimpinan Pak Budi Djiwandono, akan lahir berbagai kebijakan dan program yang mendorong kemajuan serta kreativitas generasi muda. Ini menjadi peluang besar bagi pemuda Jambi untuk lebih berdaya saing,” ujarnya.
Rocky menekankan bahwa Karang Taruna harus mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil pemuda di lapangan agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata.
Pada periode kepemimpinannya, ia berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan, serta memastikan pembinaan berkelanjutan bagi seluruh pengurus.
Sejumlah agenda prioritas pun disiapkan, mulai dari peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan dan pendidikan, pengembangan wirausaha muda berbasis potensi lokal, penguatan aksi sosial dan lingkungan, hingga digitalisasi sistem administrasi organisasi dan perluasan kemitraan dengan pemerintah serta sektor swasta.
“Karang Taruna harus hadir sebagai solusi atas persoalan sosial. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku utama pembangunan,” tambahnya.






