Ratusan Siswa Jadi Korban Keracunan, BGN Buka Peluang Kembali Operasional SPPG Sengeti

Ilustrasi program makan bergizi gratis (poto:@prabowo)
Ilustrasi program makan bergizi gratis (poto:@prabowo)

VOJNEWS.ID – Belum reda trauma ratusan siswa yang menjadi korban keracunan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti kini berpeluang kembali beroperasi. Unit yang dikelola Yayasan Aziz Zulkia Amanah itu disebut bisa dibuka lagi, asalkan memenuhi sederet syarat dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Keputusan ini langsung memantik tanda tanya publik. Sebab, SPPG Sengeti sebelumnya ditutup sejak 30 Januari lalu setelah menyajikan menu soto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi pemicu keracunan massal di Kabupaten Muaro Jambi. Ratusan siswa terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat akibat mual, muntah, dan gejala gangguan pencernaan lainnya.

Bacaan Lainnya

Alih-alih memastikan ada sanksi tegas atau evaluasi menyeluruh yang transparan, BGN justru membuka peluang operasional kembali. Namun, mereka menegaskan bahwa pembukaan tidak bisa dilakukan tanpa perbaikan mendasar.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Dirtawas) Wilayah I Sumatera BGN, Harjito, melalui Koordinator Wilayah Muaro Jambi, Prastika, mengungkapkan sejumlah temuan serius dari hasil investigasi.

Pos terkait