“Biaya masuk dan parkir cukup mahal, tapi fasilitasnya belum memadai. Itu yang bikin pengunjung kecewa,” kata Frans, wisatawan.
Kondisi ini dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Kerinci, terlebih pada momen libur panjang seperti Lebaran yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan. Ketidakpuasan pengunjung dikhawatirkan berdampak pada penurunan minat wisata di masa mendatang.
Tak hanya berdampak pada wisatawan, situasi ini juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat lokal. Mereka berharap potensi wisata daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.
Warga meyakini, jika pengelolaan dilakukan langsung oleh Pemkab Kerinci, maka potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dapat dimaksimalkan. Dana tersebut diharapkan dapat kembali ke masyarakat dalam bentuk peningkatan fasilitas, pengembangan destinasi, hingga penambahan wahana wisata.
“Kalau dikelola pemerintah, hasilnya bisa kembali ke daerah untuk memperbaiki fasilitas wisata,” kata warga lainnya.






