Pengamat: Di Tengah Serangan Siber, Stabilitas Bank Jambi Tetap Terjaga

Bank Jambi
Bank Jambi

Secara argumentatif, ukuran tata kelola (governance) diuji pada tiga hal

Respons time terhadap insiden dan pembatasan dampak (containment),

Bacaan Lainnya

Kepatuhan pelaporan kepada otoritas sesuai ketentuan dan Penguatan kontrol internal pasca-insiden melalui evaluasi sistem dan upgrading keamanan.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi memegang fungsi intermediasi strategis pembiayaan UMKM, kredit ASN, serta pengelolaan kas pemerintah daerah. Hingga saat ini, tidak terdapat indikasi terganggunya fungsi intermediasi tersebut secara sistemik. Ini menjadi indikator bahwa insiden berada pada ranah operasional, bukan krisis solvabilitas.

Laila mengingatkan agar publik tidak terjebak pada simplifikasi stigma terhadap bank daerah.

“Digitalisasi memperluas akses dan efisiensi, tetapi juga memperluas exposure risiko. Yang menentukan kredibilitas institusi bukan absennya risiko, melainkan kapasitas mitigasi dan pemulihan sistem,” tegasnya.

Dalam lanskap global, bahkan bank-bank besar dunia pun menghadapi pola serangan serupa. Karena itu, yang relevan dinilai bukan eksistensi ancaman, melainkan konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), penguatan cyber resilience, serta komitmen perlindungan konsumen.

Pos terkait