Setelah rakor, Satgas Pangan Provinsi Jambi akan kembali turun ke lapangan pada 27–30 November 2025 untuk memastikan kondisi stok dan harga di tingkat distributor dan pasar.
Johansyah menegaskan stok beras lokal maupun pasokan dari distributor berada pada kondisi yang sangat memadai. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan kenaikan harga menjelang perayaan Nataru.
Dalam penyusunan neraca pangan, kebutuhan beras di Jambi juga dihitung berdasarkan preferensi masyarakat terhadap merek tertentu, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Untuk jenis beras lainnya, harga tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kita lihat masyarakat Jambi senang dengan beras merek tertentu, maka dalam penyusunan neraca pangan kita gabungkan dengan pasokan dari luar. Yang pasti harga semua jenis beras di Jambi aman,” tegasnya.
Pemprov Jambi juga memastikan bahwa pengawasan harga dan stok pangan dilakukan secara rutin setiap minggu. Pemantauan ini dilakukan oleh tim Satgas Pangan dan menjadi dasar pengambilan kebijakan cepat ketika ditemukan potensi kenaikan harga ataupun hambatan distribusi.






