JAMBI — Kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dan Pemerintah India melalui Konsulat Jenderal India di Medan kian menunjukkan hasil nyata. Hal itu tercermin dalam perayaan ITEC Day 2026 yang digelar pada Senin malam, 30 Maret 2026, di Swiss-Belhotel Jambi.
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Acara tersebut mempertemukan para alumni program pendidikan di India, termasuk peserta beasiswa Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC). Pada tahun 2025 lalu, sebanyak 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Jambi telah mengikuti program tersebut dengan fokus pada bidang kesehatan digital dan keamanan siber (cyber security).
Program ITEC yang berada di bawah naungan Indian Council for Cultural Relations (ICCR) dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat koneksi profesional, pendidikan, serta hubungan antar masyarakat kedua negara.
Wali Kota Jambi, Maulana, dalam sambutannya menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam program tersebut bukan sekadar capaian individu, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan kota.
“Ini bukan sekadar prestasi, melainkan investasi strategis untuk masa depan kota kita. Kota yang tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga memimpin dalam menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, inklusif, dan modern,” ujarnya.
Maulana juga mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai alumni program di India yang dinilai memberikan dampak lebih dari sekadar ilmu pengetahuan.
“Saya merasakan kehangatan masyarakatnya, semangat budayanya, dan inovasi yang hidup dalam keseharian. India tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Dan inspirasi itu kami bawa pulang ke Jambi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut kini diterjemahkan dalam visi pembangunan Kota Jambi melalui konsep “Jambi BAHAGIA” — kota yang inklusif, tangguh, inovatif, dan terhubung secara global.
“Kemitraan internasional tidak boleh hanya bersifat simbolis, tetapi harus transformatif. Ilmu yang diperoleh di luar negeri harus memberikan dampak nyata di dalam negeri,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah dinamika global yang terus berubah, tidak ada kota yang bisa berkembang sendiri tanpa kolaborasi. Oleh karena itu, jaringan alumni ITEC menjadi aset penting yang harus terus diperkuat.
“Masa depan adalah milik mereka yang berkolaborasi, terus belajar, dan berani berinovasi. Jaringan alumni ITEC adalah kekuatan lintas batas, lintas sektor, dan lintas generasi. Mari kita ubah pengetahuan menjadi tindakan dan kerja sama menjadi dampak jangka panjang,” katanya.
Di akhir sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah India, Konsulat Jenderal India di Medan, serta ICCR atas kontribusi dan komitmen dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.


