Orang Rimba Jambi Antusias Ikut Pilkada Serentak 2024 Walau Tak Kenal dengan Para Calon

Orang Rimba di Jambi memberikan suara pada Pilkada serantak 2024.

VOJNEWS.ID – Hajatan politik pemilihan kepala daerah kali ini turut menjadi perhatian Orang Rimba, masyarakat adat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan.

Sehari menjelang pencoblosan mereka sudah berangsur keluar dari hutan dan membuat sudung—pondok sederhana beratapkan terpal, red) di pinggir desa, tempat TPS berada. Sebagian lainnya, memilih tinggal sementara di rumah bantuan sosial yang difungsikan sebagai rumah singgah oleh Orang Rimba.

Bacaan Lainnya

Pemandangan ini dijumpai di SP-I Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi.

Pemilihan kepala daerah kali ini relatif lebih mudah di jalani Orang Rimba, berbeda jauh dari pemilihan legislatif beberapa bulan lalu yang membuat mereka kesulitan untuk melakukan pencoblosan.

Nari Bungo dari Taman Nasional Bukit Duabelas misalnya, bisa melakukan pemilihan karena dia bisa melihat gambar calon yang dipilih. Namun ketika di tanya apakah dia kenal calon-calon yang dipilih, Nari hanya tersenyum. “Hopi,” jawabnya singkat.

Senada Prabung, Orang Rimba lainnya, mengaku tidak kesulitan untuk memilih, karena surat suara dilengkapi dengan foto dan nomor yang terpampang dengan jelas. Hanya saja menentukan calon yang akan dipilih tidaklah mudah. Minimnya sosialisasi menjadikan mereka tidak mudah menentukan pilihan. “Nyoblonya mudah, karena ada gambar dan nomornya,” kata Prabung.

Prabung yang baru kemarin keluar dari rimba, belum mendapat informasi yang memadai tentang calon yang akan dipilih. Namun bisikan-bisikan dari sejumlah orang yang dikenalnya di desa menjadi panduan bagi Prabung untuk memilih.

Namun, bagaimana pun itu, Orang Rimba tetap senang mengjalani proses pesta demokrasi daerah ini. Tungganai Basemen misalnya, Orang Rimba selama beberapa waktu ini aktif terlibat dalam pemilihan ini karena Orang Rimba ingin menjadi bagian dari warga negara yang baik. Ketika diminta datang memilih, mereka ikut proses itu.

Dengan harapan siapapun yang terpilih mampu membawa kebaikan untuk Orang Rimba. “Kami haropko, rajo nang kemuko memberiko perhatian unttuk kamia Orang Rimba, sampai ke anak cucu kami nanti,” kata Tungganai.

Pengharapan ini, tidaklah berlebihan, mengingat pola hidup Orang Rimba yang masih sangat bergantung dengan alam. Alam hanya akan baik ketika kebijakan yang dibuat pengelola negara termasuk pimpinan daerah berpihak pada alam.

“Kami melihat partisipasi aktif Orang Rimba dalam Pilkada 2024, merupakan bentuk mulai adanya kesadaran politik di kalangan komunitas ini. Orang Rimba menunjukkan bahwa mereka semakin mengenali pentingnya terlibat dalam interaksi sosial antara Orang Rimba dan warga desa yang menjadi penyelenggara pemilihan,” kata Sukmareni, Koordinator Divisi Komunikasi KKI Warsi.

Sukmareni mengapresiasi langkah aparat desa yang mengundang dan melibatkan Orang Rimba dalam proses pemilihan. Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi politik masyarakat adat dalam memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

“Kita berharap siapapun yang terpilih nantinya, mampu melihat dan melakukan hal baik untuk kehidupan Orang Rimba,” kata Sukmareni.

Ditambahkan Reni, meskipun banyak anggota komunitas merasa kurang familiar dengan calon-calon yang ada, ke depannya diharapkan penyelenggara pemilihan maupun calon yang akan tampil mampu memberikan informasi yang baik untuk Orang Rimba.

“Kami percaya bahwa dengan dukungan informasi yang tepat, Orang Rimba dapat membuat keputusan yang lebih dalam memenetukan pilihan mereka,” kata Reni.

Selain itu, Reni juga berharap ke depannya calon kepala daerah untuk lebih aktif mendekati masyarakat Orang Rimba, mengenalkan diri, serta menyampaikan visi dan misi mereka.

“Keterlibatan Orang Rimba dalam pemilu bukan hanya hak, tetapi juga bagian dari perjuangan untuk pengakuan dan keberlanjutan hak-hak mereka sebagai masyarakat adat,” kata Reni.

Pos terkait