JAMBI – Narasi keliru Bank Plat Merah Bank Jambi setelah diterpa sejumlah persoalan banyak isu liat yang tidak bisa dipastikan keabsahaan informasinya.
Usman Ermulan salah satu yang disebut ekonom Jambi menggiring narasi yang tidak pantas sebagai tokoh Jambi yang memberikan narasi menyudutkan Bank Jambi di masa pemulihan. Narasi yang dibuat itu dinilai pendapat bangun tidur yang tidak sesuai regulasi.
“Sebagai masyarakat Jambi Bank Jambi perlu cerdas, jangan menyudutkan, apalagi pernyataan itu disampaikan oleh tokoh yang sangat kita kenal, jangan sampai berpendapat seperti orang bangun tidur, ” ujar Ketua DPD HIPSI Jambi Asyari Syafi’i kepada VOICE OF JAMBI, Senin (30/03/2026).
Lanjut Sekjen Soksi Provinsi Jambi itu menyebtukan, Upaya Bank Jambi dalam memulihkan system yang sedang mengalami serangan siber ini seharusnya menjadi perhatian bersama mendukung agar Bank Jambi kembali pulih seratus persen.
“Ini Bank Masyarakat Jambi yang kita baggakan, dikancah Nasional reputasinya sangat diperhatikan baik, tapi masyarakat di sesatkan dengan narasi pemeberitaan yang tidak bertanggung jawab,” sebutnya.
Pemulihan system saat ini telah dilakukan secara maraton, mulai dari cek saldo, penarika dana nasabah sudah berangsur bisa dilakukan. Menrut Asyari, pemulihan Bank Jambi ini dinilai sudah tetap secara perlahan, bahkan lebih dari bank-bank besar yang di Indonesia yang bisa memakan waktu hingga tinga bulan.
“Kalau mau berpendapat regulasi internalnya pahami terlebih dahulu, jangan sampai menyebabkan disinformasi ke publik, ” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia guna mempercepat pemulihan jaringan, khususnya mesin ATM yang berada di luar kantor cabang.
“Kita terus melakukan checkpoint dengan Bank Indonesia dan kita terus berupaya untuk jaringan ATM di luar kantor bisa beroperasi secara kembali,” jelasnya.
Untuk layanan Mobile Banking, Zulfikar menyebut masih dalam tahap asesmen ketat. Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk vendor, guna memastikan sistem benar-benar aman sebelum kembali diaktifkan.
“Untuk M-Banking tadi masih dalam proses asesmen karena mlalui proses yang ketat, karena ini membutuhkan izin juga dengan pihak-pihak vendor. Kita tidak ingin kejadian ini terulang kembali, kami ingin semuanya terselesaikan,”pungkas Zulfikar.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

