Menjaga Stabilitas Pangan Menjelang Nataru: Optimisme Jambi yang Berbasis Data

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah

Langkah ini mencerminkan konsep food access, yaitu memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga yang sesuai daya beli mereka. GPM juga terbukti menekan potensi gejolak harga yang biasanya muncul menjelang akhir tahun.

Untuk memastikan kestabilan harga di pasar, pengawasan intensif dilakukan di beberapa pasar utama, seperti Pasar Angso Duo, Pasar Talang Banjar, dan pasar-pasar lainnya di seluruh kabupaten/kota. Pengawasan ini dilakukan secara berkala dengan memantau pasokan, harga komoditas strategis, serta pola konsumsi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Tim Satgas Pengendalian Harga Beras Pusat, Bareskrim Polri, dan Dirkrimsus Polda Jambi menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan berjalan dengan penguatan lintas lembaga. Mereka memantau harga beras premium dan medium di seluruh kabupaten/kota untuk memastikan tidak adanya permainan harga, spekulasi, atau penimbunan yang dapat mengganggu stabilitas pasokan pangan.

Koordinasi lintas instansi ini, sebagaimana ditegaskan oleh Kadis Ketahanan Pangan, menjadi bukti bahwa pemerintah daerah dan pusat bekerja saling melengkapi untuk menjaga kondisi pangan tetap aman.

“Kita masih cukup aman sampai akhir Desember. Stok beras kita besar, begitu juga komoditas pokok lainnya yang sudah disiapkan Bulog. Kami membuat proyeksi bulanan untuk melihat kebutuhan dan pergerakan komoditas yang keluar masuk Jambi. Koordinasi antar OPD berjalan baik, pengawasan harga di pasar kita lakukan setiap hari. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu panik menghadapi Nataru ini.” tegas Johansyah.

Pernyataan ini merupakan bentuk komunikasi publik yang penting. Di tengah derasnya informasi tidak akurat dan isu kelangkaan yang mudah viral, kehadiran data resmi dari pemerintah memberikan ketenangan sekaligus kepastian.

Jika ditinjau dari teori food security ecosystem, ketahanan pangan tidak hanya dilihat dari satu aspek, melainkan sebagai ekosistem yang terdiri dari ketersediaan, distribusi, kebijakan, hingga perilaku konsumsi masyarakat. Dalam konteks ini, langkah-langkah Dinas Ketahanan Pangan tidak hanya mencakup penyediaan stok, tetapi juga stabilisasi harga, pengawasan distribusi, dan kolaborasi lintas lembaga.

Keberhasilan menjaga stabilitas pangan menjelang Nataru menunjukkan bahwa ekosistem pangan Jambi berjalan dengan baik. Pemerintah merencanakan proyeksi kebutuhan secara bulanan, mempersiapkan stok yang cukup, melakukan intervensi harga melalui GPM, dan memperkuat pengawasan melalui tim satgas. Semua ini menunjukkan bahwa pendekatan ketahanan pangan di Jambi bukan berbasis reaktif, tetapi berbasis perencanaan.

Menjelang Nataru, masyarakat Jambi memiliki alasan kuat untuk merasa tenang. Pemerintah daerah telah membangun sistem yang memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga. Stok beras yang melimpah, GPM yang masif, pengawasan ketat di pasar, serta koordinasi yang solid antar instansi adalah bukti keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari gejolak harga.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, masyarakat tidak perlu khawatir. Dengan langkah-langkah terarah dan kolaborasi lintas sektor, Jambi berada dalam kondisi stabil, aman, dan terkendali dalam menghadapi Nataru.

Pos terkait