JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat peran generasi muda sebagai garda terdepan pelestarian budaya daerah. Hal itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat menghadiri malam Grand Final Bujang Gadis Kota Jambi Tahun 2026.
Dalam ajang yang mengusung tema “Legacy Makers of Culture, Definers of The Future” tersebut, Maulana hadir bersama Ketua TP PKK Kota Jambi dr. Hj. Nadiyah, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta Ketua GOW Kota Jambi Marsya Listya. Mereka menyaksikan langsung seluruh rangkaian acara hingga penobatan Bujang dan Gadis Kota Jambi 2026.
Sebanyak 11 pasang finalis terbaik tampil menunjukkan kemampuan public speaking, wawasan budaya, hingga kreativitas setelah melalui proses seleksi ketat sejak April lalu.
Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa ajang Bujang Gadis bukan sekadar malam penobatan, melainkan wadah lahirnya generasi muda yang memiliki karakter, kreativitas, dan identitas budaya kuat untuk membawa Kota Jambi menuju masa depan yang maju dan berdaya saing.
“Malam ini kita menyaksikan anak-anak muda Jambi tampil percaya diri, mampu berbicara di depan publik dengan baik, serta memperkenalkan budaya melalui busana khas Jambi,” ujar Maulana.
Ia menilai pembinaan generasi muda menjadi langkah penting agar mereka memahami sejarah, budaya, dan perkembangan Kota Jambi secara menyeluruh. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga nilai budaya Melayu Jambi di tengah perkembangan era digital.







