Di sisi lain, persoalan distribusi air juga menjadi perhatian serius. Maulana menyoroti masih adanya ketimpangan tekanan air di sejumlah wilayah yang kerap dikeluhkan masyarakat.
“Masih ada wilayah yang airnya lancar, sementara di tempat lain hanya menetes. Ini harus segera dipetakan dan dicarikan solusi percepatan,” katanya.
Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi atas peningkatan kinerja Perumdam Tirta Mayang, terutama dalam penanganan keluhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, ada perbaikan signifikan. Ini patut diapresiasi, tapi ini baru awal. Kita harus terus berbenah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Maulana menekankan pentingnya penguatan manajemen bisnis proses secara menyeluruh—mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran pelanggan—agar operasional perusahaan semakin efektif dan berdampak positif terhadap kesehatan keuangan.
Salah satu tantangan besar yang turut disorot adalah tingginya tingkat kebocoran air yang masih berada di angka sekitar 35 persen. Menurutnya, hal tersebut harus segera diatasi melalui investasi dan pembenahan infrastruktur, terutama jaringan pipa yang sudah tua.






