VOJNEWS.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan bahwa kerusakan gedung DPRD pasca aksi unjuk rasa ricuh beberapa waktu lalu tidak akan serta merta dipulihkan dengan anggaran besar. Meski kerugian ditaksir mencapai Rp2,6 miliar, ia memastikan perhatian utama dewan tetap tertuju pada kepentingan masyarakat.
Saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi Jambi, Kamis (4/9/2025), Hafiz mengungkapkan bahwa hasil pendataan kepolisian bersama Sekretariat DPRD menunjukkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, mulai dari kaca, teralis, hingga perabotan di ruang fraksi dan komisi.
“Berdasarkan laporan, kerugian sekitar Rp2,6 miliar. Tapi saya kira, perbaikan kita lakukan seadanya dulu. Karena kerusakan ini tidak sampai mengganggu aktivitas kerja dewan,” ujar Hafiz.
Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah (tengah)
Ia menekankan, kebijakan itu dipilih agar anggaran bisa tetap diarahkan untuk kebutuhan masyarakat yang jauh lebih mendesak.
Tak hanya berbicara soal kerusakan gedung, Hafiz Fattah juga menunjukkan empati mendalam terhadap korban yang meninggal dunia akibat aksi unjuk rasa. Dalam rapat paripurna DPRD yang digelar pada Rabu (3/9/2025), ia mengajak seluruh peserta untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bersama.
“Kita sama-sama berduka atas peristiwa yang terjadi. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.