“Strateginya kita siapkan dua sistem. Isolasi untuk pasien ringan sampai sedang, dan ICU isolasi untuk pasien yang membutuhkan alat bantu napas,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebagian besar pasien yang dirawat merupakan anak-anak. Meski demikian, kabar baiknya, mayoritas pasien menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan perawatan medis.
“Alhamdulillah sebagian besar pasien sudah kita nyatakan pulang dan sembuh,” katanya.
Di tengah meningkatnya kasus, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dengan mengenali gejala campak sejak dini. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, batuk, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.
Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat disarankan segera melakukan isolasi mandiri dan menghindari aktivitas di tempat umum guna mencegah penularan lebih luas.
“Kalau ada demam, batuk, mata merah dan ruam, segera lakukan isolasi mandiri dan jangan beraktivitas di tempat umum,” tegas dr Anton.






