VOJNEWS.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) lakukan audiensi bersama Gubernur, Bupati/Walikota anggota DPR RI Komisi V Dapil Jambi dan ratusan Kepala Desa se-provinsi Jambi, Minggu (5/1/2024) di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi.
Dalam audiensi tersebut, Mendes PDT, H. Yandri Sudanto, meminta kepada seluruh kepala desa untuk memetakan potensi desa yang akan dikembangkan menjadi prioritas pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Tagline Kementerian Desa dan PDT saat ini “Membangun desa, membangun Indonesia. Artinya Desa garda terdepan pembangunan Indonesia. Jika desa maju, maka Kabupaten dan Provinsi juga maju. Kepala daerah saya minta untuk memetakan potensi desa, itu harus menjadi fokus unggulan desa yang dikembangkan oleh BUMDes,” ujar Yandri Susanto.
Lebih lanjut, Mendes PDT ini juga meminta agar BUMDes mempunyai badan hukum agar 20 persen dana desa dapat dikelola oleh BUMDes untuk ketahanan pangan.
“Bagi yang belum ada silakan urus badan hukum, mulai 2025 dana desa yang 20 persen untuk ketahanan pangan tidak boleh disalurkan ke individu-individu atau bantuan langsung ke masyarakat. Dana desa 20 persen itu dikelola oleh BUMDes, supaya dana itu tidak hilang jangan sampai tidak ada kejejaknya. Silakan BUMDes kelola anggaran itu,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris memaparkan beberapa program unggulan pemerintah provinsi (pemprov) Jambi dalam mensejahterakan rakyat.
“Kita Pemprov Jambi ada program Dumisake yang bertujuan untuk menginterpensi angka kemiskinan dan sebagainya. Disitu ada bantuan UMKM, bantuan pendidikan, bantuan hafidz Qur’an, listrik, internet desa dan banyak lagi,” kata Gubernur Al Haris.
Saat ini, Mendes PDT sedang meninjau beberapa desa yang berada di Kabupaten Muaro Jambi. Selama kunjungannya tersebut, beliau akan ditemani oleh Gubernur Jambi beserta rombongan.

