VOJNEWS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi sukses menggelar kegiatan Jambi Elok Nian yang dirangkai dengan Jambi Fashion Trend (JFT) 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69.
Event tersebut menjadi panggung apresiasi bagi kekayaan wastra daerah. Sebanyak 36 model tampil memukau dengan balutan busana khas Jambi hasil karya 14 desainer lokal, yang mengangkat nilai budaya sekaligus kreativitas modern.
Kepala Disbudpar Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyampaikan bahwa Jambi Fashion Trend 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya desainer dan model berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kita berharap melalui event ini akan muncul desainer-desainer baru yang mampu berkiprah hingga ke tingkat nasional,” ujar Imron Rosyadi.
Tak hanya itu, dari puluhan model yang tampil, Imron Rosyadi juga optimistis akan lahir figur-figur top model asal Jambi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Dari 36 model yang tampil hari ini, kita berharap ke depannya ada top model Jambi yang muncul di tingkat nasional,” tambahnya.
Imron Rosyadi juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten dan Kota dalam melestarikan wastra daerah. Ia mengajak seluruh pemerintah daerah untuk aktif mendukung pengrajin lokal serta desainer-desainer muda berbakat.
“Kita ingin Kabupaten/Kota juga ikut melestarikan wastranya, mendukung pengrajin lokal, serta memberi ruang bagi desainer-desainer berbakat,” tegasnya.
Selain mengangkat sektor fashion, kegiatan ini juga menjadi langkah awal optimalisasi anjungan rumah adat Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita dari Pemerintah Provinsi Jambi mengawali pengoptimalan anjungan ini. Harapannya, ke depan masing-masing Kabupaten/Kota bisa menjadi tuan rumah pertunjukan selama 11 bulan ke depan,” pungkas Imron.
Melalui Jambi Fashion Trend 2026, Pemprov Jambi menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, sekaligus menjaga eksistensi warisan lokal agar tetap hidup dan relevan di era modern.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.


