VOJNEWS.ID – Tuduhan yang menyebut Walikota Jambi, Dr. Maulana, terlibat praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam proses seleksi Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Mayang dibantah tegas. Proses seleksi yang kini memasuki tahap akhir menunjukkan hasil berbeda dari narasi hoaks yang beredar.
Knddr. Dr. Asari Syafii, M.H., menyampaikan bahwa seleksi Dirut PDAM Tirta Mayang saat ini berlangsung secara transparan dan sesuai prinsip fair play. Ia menegaskan bahwa dari lima besar kandidat yang lolos seleksi, tidak satu pun berasal dari atau memiliki keterkaitan dengan keluarga Walikota Maulana.
Menurut Asari, tuduhan yang sebelumnya dihembuskan ke publik lebih menyerupai agitasi bernada fitnah dari pihak yang diduganya sebagai “barisan sakit hati” atau BSH, yakni kelompok yang merasa kepentingan pribadi mereka tidak terpenuhi.
“Walikota Maulana dan Wakil Walikota Diza bukan alat pemuas kepentingan personal. Mereka adalah pemimpin yang mendapat mandat rakyat Kota Jambi untuk membangun daerah ini menuju Kota Jambi Bahagia 2025–2030,” tegas Asari.
Ia menambahkan, kepemimpinan Maulana–Diza berdiri di atas seluruh golongan, suku, agama, dan ras, serta menolak pola kepemimpinan berbasis primordial sempit yang dianggap menjadi musuh bersama masyarakat Kota Jambi.
Asari juga menjelaskan bahwa duet Maulana–Diza hadir di tengah rakyat dengan visi dan semangat yang sama, yakni mewujudkan pembangunan yang inklusif, bersih, dan berkeadilan.
“Tujuan mereka jelas, yaitu menghadirkan Kota Jambi Bahagia secara bersama-sama,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses seleksi Dirut PDAM Tirta Mayang masih berlangsung sesuai tahapan dan belum ditemukan indikasi penyimpangan seperti yang sebelumnya dituduhkan. Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi pada setiap proses pengisian jabatan di lingkungan BUMD.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

