“Kita membangun warning sistem peringatan dini inflasi daerah sangat dibutuhkan dan harus dipersiapkan sebelum terjadi inflasi. Saya ingatkan perangkat daerah, untuk membangun peringatan dini inflasi. Data statistik mengatakan bahwa peningkatan ekonomi di Provinsi Jambi masih dalam kategori baik,” tegasnya.
Berdasarkan data statistik, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih berada dalam kategori baik. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan angka inflasi berada di kisaran 2,5 persen, dengan rentang ideal 1 persen hingga maksimal 3,5 persen.
Abdullah Sani juga mengingatkan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri kerap diikuti peningkatan signifikan kebutuhan masyarakat. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Perlu menjadi perhatian, sebelum bulan suci Ramadhan dan idul fitri meningkatkan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan tim TPID seluruh kabupaten kota dan stakeholder terkait untuk menjaga pasokan pangan,” katanya.
Wagub Abdullah Sani menutup arahannya dengan menekankan pentingnya program pengendalian inflasi yang terukur, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Saya mengingatkan agar TPID se Provinsi Jambi bersinergi mengendalikan inflasi serta ketersediaan pasokan dan melakukan program pengendalianinflasi jangka menangh dan jangka panjang,” pungkasnya.






