VOJNEWS.ID – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi Semester I 2026, Kamis (26/2/2026), di Swiss-Belhotel Jambi.
Pertemuan strategis ini menjadi forum konsolidasi TPID se-Provinsi Jambi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan strategis yang cenderung mengalami lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, Kapolda Jambi, para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Jambi, Sekda kabupaten/kota, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi, Kepala BPS Provinsi Jambi, Kepala Perum Bulog Wilayah Jambi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Abdullah Sani menegaskan bahwa inflasi merupakan komponen penting dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah. Pengendalian inflasi, kata dia, harus berdampak langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
“Tingkat inflasi merupakan komponen penyangga dalam perekonomian. Pengendalian inflasi sangat penting dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Sinergi stakeholder sangat dibutuhkan,” ujar Wagub Abdullah Sani.
Wagub Abdullah Sani juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan komoditas pangan dalam jumlah besar. Menurutnya, kebutuhan tersebut harus diantisipasi dengan memastikan ketersediaan pangan, khususnya dari petani lokal.
“Salah satu catatan penting adalah mendukung program makan bergizi gratis yang dalam realisasi nya yang membutuhkan banyak komoditas pangan, ini harus disiapkan ketersediaannya khusus bagi petani lokal,” tambahnya.
Selain itu, Wagub Abdullah Sani menekankan urgensi membangun sistem peringatan dini (early warning system) inflasi daerah. Sistem tersebut dinilai penting untuk mendeteksi potensi gejolak harga sebelum benar-benar terjadi lonjakan inflasi.






