HBA Terharu, Kito Anak Jambi Bersatu Qabulnya Doa Kami Tetua di Lembaga Adat

JAMBI – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, HBA, mengaku terharu melihat semangat kebersamaan dan persatuan anak-anak Jambi dalam menjaga kedamaian serta kondusivitas daerah. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama Keluarga Anak Jambi Bersatu (KAJB) Provinsi Jambi.

HBA menegaskan, persatuan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga marwah dan kedamaian Bumi Sepucuk Jambi. Ia berharap seluruh organisasi kemasyarakatan dapat membangun sinergi dengan pemerintah serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Amanat Bapak Jambi HBA sebagai Ketua LAM Provinsi Jambi, Kito Anak Jambi Bersatu untuk menjaga kedamaian di Bumi Sepucuk Jambi,” ujar HBA.

Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat harus mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah. Salah satunya dengan membangun sinergi bersama pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga suasana Jambi tetap kondusif.

HBA juga berharap organisasi kemasyarakatan, termasuk GRIB, dapat mengambil peran dalam menjaga suasana daerah agar tetap aman dan damai.

Kondisi keamanan yang terjaga dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta kelancaran pembangunan.

“Kito berharap Ormas dapat bersinergi dengan pemerintah menjaga kantibmas, agar Jambi kondusif, ekonomi tumbuh, pemerintah berjalan aman dan damai, rakyat Jambi mantap bahagia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, HBA juga menyampaikan harapan besar kepada generasi muda dan generasi penerus Jambi. Ia menyadari bahwa setiap generasi memiliki masa dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Harapan HBA besar kepada generasi, kami sudah habis masanya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan agar generasi penerus tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga persatuan, adat, budaya, keamanan dan masa depan Provinsi Jambi.

Sementara itu, KAJB Provinsi Jambi menyampaikan bahwa organisasi tersebut diprakarsai atas dasar keprihatinan terhadap kondisi Jambi saat ini yang dinilai menghadapi berbagai dinamika sosial dan aktivitas kritik yang terkadang dinilai mencederai nilai-nilai adat Jambi.

KAJB menilai kritik terhadap pemerintah maupun kondisi daerah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik seharusnya disampaikan secara santun, konstruktif dan dengan memahami kondisi daerah.

Menurut KAJB, kritik yang tidak dibangun dengan pemahaman terhadap kondisi daerah dikhawatirkan justru dapat mencederai nama baik dan citra Negeri Jambi. Karena itu, KAJB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat.

“Kritik santun dan paham akan kondisi daerah, jangan hanya demi kepentingan merusak citra Negeri Jambi,” demikian poin yang disampaikan KAJB Provinsi Jambi.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat “Kito Anak Jambi Bersatu”, dengan mengedepankan persatuan, adat, kedamaian dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Pesan yang disampaikan HBA dan KAJB menjadi pengingat bahwa pembangunan Jambi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Dengan persatuan dan suasana yang kondusif, diharapkan ekonomi terus tumbuh, pemerintahan berjalan dengan baik, serta masyarakat Jambi dapat hidup aman, damai dan sejahtera.

Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Pos terkait