VOJNEWS.ID – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, menegaskan sikap tegas lembaganya dalam menolak penurunan Participating Interest (PI) untuk daerah dari 10 persen menjadi sekitar 4,74 persen yang ditawarkan pihak PetroChina.
Penegasan tersebut disampaikan Hafiz Fattah usai menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, Rabu (8/4/2026). Ia menyebut angka PI yang ditawarkan saat ini jauh dari harapan dan dinilai tidak adil bagi kepentingan daerah.
“Kami dari DPRD menanggapi pak Gubernur tadi perkembangan PI terakhir itu 4,75 persen. Kami DPRD menentang keras PI untuk Provinsi Jambi itu 4,75. Kami berharap minimal di atas 7 persen,” tegasnya.
Menurut Hafiz Fattah, jika angka PI tersebut tetap dipaksakan, DPRD Provinsi Jambi tidak akan tinggal diam dan siap menyuarakan penolakan secara terbuka ke Kementerian ESDM Republik Indonesia.
Hafiz Fattah menilai, penurunan tersebut tidak mencerminkan keberpihakan terhadap daerah yang selama ini menjadi bagian dari wilayah operasi.
“Kalau masih disepakati PI ini 4,75. Kami dari DPRD Provinsi Jambi akan menyuarakan penolakan, mengingat ini sudah lama berlangsung. Menurut kami ini tidak wajar bagi daerah menerima segitu,” katanya.






