H-2 Lebaran Idul Fitri, Harga Daging di Pasar Jambi Tembus 200 Ribu Perkilo

JAMBI – Menjelang Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah atau H-2 Lebaran, harga daging di sejumlah pasar tradisional di Provinsi Jambi mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan harga ini diduga dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah pemasok.

Salah seorang pedagang di Pasar Angso Duo, Hadi, mengungkapkan bahwa harga daging sapi saat ini mencapai Rp170 ribu per kilogram, sementara daging kerbau berada di kisaran Rp180 ribu per kilogram. Adapun daging beku dijual dengan harga sekitar Rp150 ribu per kilogram.

Bacaan Lainnya

“Untuk daging sapi sekarang Rp170 ribu, kerbau Rp180 ribu per kilo. Kalau daging beku sekitar Rp150 ribu,” ujarnya kepada vojnews.id, Kamis (19/3/2026).

Menurut Hadi, kenaikan harga ini terjadi karena pasokan sapi dan kerbau yang berkurang. Selama ini, sebagian besar pasokan daging di Jambi didatangkan dari luar daerah, seperti Lampung, melalui perusahaan pemasok besar.

“Pasokan berkurang, sementara permintaan menjelang Lebaran meningkat. Itu yang membuat harga jadi naik,” jelasnya.

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, salah satunya dengan menambah pasokan ternak ke pasar.

“Kami berharap pemerintah bisa turun tangan, menambah pasokan sapi agar harga bisa kembali terjangkau. Kalau harga sekarang terlalu tinggi, pembeli juga keberatan,” tambahnya.

Sementara itu, seorang pembeli bernama Asril di Pasar Simpang Niam, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengaku kenaikan harga daging cukup memberatkan masyarakat, terutama menjelang kebutuhan Lebaran.

“Saya beli sekilo 200 ribu disini, Biasanya beli lebih banyak untuk Lebaran, tapi sekarang harus dikurangi,” ujarnya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan intervensi guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, khususnya menjelang puncak perayaan Idulfitri.

Pos terkait