Gubernur Al Haris Tinjau Kesiapan RS Adhyaksa Jambi, Pastikan Siap Layani Masyarakat

Gubernur Jambi Al Haris meninjau progres pembangunan RS Adhyaksa Jambi
Gubernur Jambi Al Haris meninjau progres pembangunan RS Adhyaksa Jambi

VOJNEWS.ID – Gubernur Jambi Al Haris bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi Sugeng Hariadi meninjau langsung kesiapan Rumah Sakit Adhyaksa yang berlokasi di kawasan Seberang Kota Jambi, Senin (19/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan rumah sakit yang dibangun Kejaksaan Agung tersebut siap beroperasi dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam peninjauan itu, Gubernur Al Haris dan Kajati Sugeng Hariadi didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, serta jajaran pimpinan RSUD Raden Mattaher dan Rumah Sakit Daerah Jiwa (RSDJ). Rombongan menyusuri seluruh fasilitas rumah sakit dari lantai satu hingga lantai lima yang saat ini telah memasuki tahap akhir atau finishing.

Gubernur Al Haris menyampaikan, kehadiran RS Adhyaksa menjadi tambahan penting bagi layanan kesehatan di Provinsi Jambi. Menurutnya, kemegahan bangunan dan kelengkapan fasilitas medis harus sejalan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) agar rumah sakit dapat beroperasi secara maksimal.

“Ini rumah sakit yang sangat luar biasa. Tentu idealnya, rumah sakit sebesar ini harus kita hitung betul kebutuhan personelnya, berapa dokter, perawat, dan tenaga pendukung lainnya. Karena Pak Jaksa Agung sudah membangun rumah sakit yang megah ini, sangat sayang kalau pemerintah daerah tidak ikut mendukung,” ujar Al Haris.

Gubernur Al Haris menyampaikan, kehadiran RS Adhyaksa menjadi tambahan penting bagi layanan kesehatan di Provinsi Jambi. Menurutnya, kemegahan bangunan dan kelengkapan fasilitas medis harus sejalan dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) agar rumah sakit dapat beroperasi secara maksimal.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jambi siap membantu penyiapan SDM kesehatan. Melalui Dinas Kesehatan bersama pemerintah kabupaten dan kota, Pemprov Jambi akan menghitung kebutuhan tenaga medis, menyiapkan personel yang kompeten, dan melaporkannya ke Kejaksaan Agung.

Menurut Al Haris, keberadaan RS Adhyaksa diharapkan dapat mengurai kepadatan layanan di rumah sakit lain, khususnya pada jam-jam rawan seperti malam hari. Rumah sakit ini juga diharapkan mampu melayani masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Kota Jambi, hingga wilayah Kerinci.

“Intinya, rumah sakit ini dibangun untuk melayani masyarakat Jambi, terutama masyarakat kecil dan yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain kesiapan SDM, Al Haris juga menyatakan kesiapan Pemprov Jambi untuk mendukung infrastruktur pendukung, termasuk pembangunan dermaga guna memudahkan akses ke rumah sakit.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jaksa Agung atas pembangunan RS Adhyaksa yang dinilainya sangat representatif dan dilengkapi peralatan medis modern.

Sementara itu, Kajati Jambi Sugeng Hariadi mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada persiapan operasional rumah sakit, terutama melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai pemangku kepentingan utama. Koordinasi tersebut mencakup pemenuhan tenaga kesehatan, baik yang berasal dari daerah maupun dari pusat.

Sementara itu, Kajati Jambi Sugeng Hariadi mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada persiapan operasional rumah sakit, terutama melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai pemangku kepentingan utama. Koordinasi tersebut mencakup pemenuhan tenaga kesehatan, baik yang berasal dari daerah maupun dari pusat.

“Kami mempersiapkan semuanya sejak awal. Berapa tenaga kesehatan dari Pemprov, berapa dari pusat, itu akan kami analisa kebutuhannya dan selanjutnya kami sampaikan ke Jakarta. Kami ingin ketika rumah sakit ini beroperasi, semuanya sudah siap, sehingga tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat,” kata Sugeng.

Terkait status layanan, Sugeng menegaskan bahwa RS Adhyaksa diperuntukkan bagi masyarakat umum dan direncanakan menjadi rumah sakit tipe C dengan layanan berbasis BPJS Kesehatan. Ia menjelaskan, penggunaan untuk kepentingan internal Kejaksaan hanya sekitar 3 persen atau 12 kamar, yang diperuntukkan bagi pembantaran, rehabilitasi narkotika, serta perawatan tahanan yang sakit.

“Dari sekitar 100 kamar yang ada, hampir seluruhnya akan digunakan untuk masyarakat umum. Ini adalah bentuk komitmen kami agar Rumah Sakit Adhyaksa benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat Jambi,” pungkasnya.

Pos terkait