Dukungan Masyarakat Adat Terus Merapat Tutup HPM, Pejabat Bergelar Adat Diminta Tidak Diam

Kordinator ALAT JITU RD Syah Iran Syam

KOTAJAMBI – Gelombang dukungan penutupan permanen Helen’s Play Mart (HPM) yang berada di kawasan dekat Tanggo Rajo, Kota Jambi, terus menguat. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU), tetapi juga berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan barisan masyarakat adat yang menilai keberadaan HPM mencederai nilai adat, agama, dan budaya Melayu Jambi.

Dukungan penolakan terhadap operasional HPM dinilai sebagai bentuk kepedulian kolektif dalam menjaga marwah Tanah Pilih Pusako Betuah agar tidak ternodai oleh aktivitas hiburan malam yang berpotensi mengarah pada kemaksiatan dan merusak moral generasi muda.

Bacaan Lainnya

Salah Satu Koordinator RD Syah Iran Syam, menegaskan jelang aksi ALAT JITU dukungan terhadap penutupan HPM terus bertambah dari hari ke hari meski dengan waktu yang singkat. Menurutnya, keresahan masyarakat sudah berada pada titik serius dan tidak bisa lagi diabaikan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan adat.

“Dukungan masyarakat semakin masif. Bukan hanya ALAT JITU, tapi banyak ormas dan barisan masyarakat yang menyatakan sikap tegas agar HPM ditutup permanen. Ini aspirasi murni dari bawah, bukan kepentingan kelompok tertentu,” ujar RD Syah Iran Syam.

Ia juga menyoroti sikap sebagian pejabat dan tokoh yang telah menerima gelar adat, namun dinilai belum menunjukkan keberpihakan yang jelas dalam persoalan ini. Padahal, menurutnya, gelar adat mengandung tanggung jawab moral untuk menjaga nilai dan norma yang hidup di tengah masyarakat Jambi.

Pos terkait