VOJNEWS.ID – Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Gerindra, Hambali, meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, untuk menurunkan personel Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri guna mengawasi sekaligus membantu penanganan dugaan kasus penipuan berkedok rekrutmen penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Jambi.
Permintaan tersebut disampaikan Hambali menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan seorang oknum personel Polda Jambi berinisial Briptu MD dan Bripda Y.
“Saya meminta Kapolri turun langsung mengirim Propam Mabes Polri untuk turun, jangan sampai ada korban kelanjutan. Diduga selama ini ada kejadian, namun tidak ada yang mengetahui,” tegas salah satu pendiri Partai Gerindra di Provinsi Jambi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun sementara, dugaan penipuan tersebut telah menelan sejumlah korban dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp7,818 miliar.
Hambali menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius agar tidak mencoreng nama baik institusi Polri yang selama ini terus berupaya membangun kepercayaan publik melalui proses rekrutmen yang bersih dan transparan.
Hambali mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi anggota Polri dengan imbalan sejumlah uang.
“Kedepan agar berhati-hati. Apalagi di zaman Pak Prabowo, rekrutmen ini benar-benar transparan dan tidak ada jual beli jabatan. Kalau mau jadi polisi, siapkan fisik, mental, kesehatan, dan psikologi,” ujarnya.
Legislator provinsi Jambi yang dinilai tegas tersebut berharap kasus ini dapat diusut hingga tuntas serta seluruh pihak yang terbukti terlibat diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri tetap terjaga.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

