VOJNEWS.ID – Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jambi bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan beredarnya beras oplosan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan, Dinas memastikan bahwa beras tersebut bukanlah oplosan, melainkan beras sortir hasil penggilingan yang layak konsumsi.
Ternyata beras itu bukan jenis premium seperti yang diduga melainkan sortiran penggilingan (sortek) beras curah yang dijadikan bonus pembelian konsumen jumlah banyak. Kedepan produsen telah diminta mengganti karung dan menambahkan stiker penjelas bahwa itu Beras Bonus.
Kepala Dishanpan Provinsi Jambi, Ismed Wijaya, menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung ke PT Industri Dunia Pangan (IDP) yang berlokasi di Sebapo, Muaro Jambi, pada Selasa (15/7). Dari hasil klarifikasi, diketahui beras yang dipersoalkan merupakan beras bonus merek Joker yang diberikan sebagai hadiah bagi konsumen yang membeli beras merek Bola Naga dalam jumlah besar.
“Setelah kami klarifikasi dan cek langsung, berasnya tak ada campuran bahan lain (oplosan) hanya mutu beras yang memang bukan premium. Karena beras bonus merk Jokers itu merupakan hadiah ke konsumen dari pembelian beras Bola Naga puluhan kilogram. Namun, di pasar ada yang menjual kembali secara terpisah ini yang tak boleh,” jelas Ismed, Rabu (16/7/2025).
Dijelaskannya, beras bonus merk Joker itu sortir hasil penggilingan PT.IDP. Maka, ada beras yang warna kuning, kemerahan, putih dan pecahan.
Permasalahan muncul karena kemasan beras bonus itu menyerupai kemasan beras premium dan dipasarkan kembali oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk mencegah hal serupa, Dishanpan meminta pihak perusahaan menambahkan stiker bertuliskan ‘Beras Bonus Layak Konsumsi’ pada kemasan berukuran 24 cm x 15 cm, agar tidak disalahartikan masyarakat.
Ismed juga menegaskan, tidak ada sanksi bagi perusahaan karena tidak ditemukan unsur penipuan maupun kesengajaan. Hingga kini, baru satu laporan serupa yang diterima Dishanpan maupun Satgas Pangan Jambi. Namun, pihaknya tetap akan meningkatkan pengawasan, khususnya terkait peredaran beras oplosan yang belakangan ramai secara nasional.
“Jadi laporan yang ada dari tanjabtim sudah klir ini bukan beras yang diduga oplosan atau dicampur dengan bahan lain,”sebutnya.
Ismed juga meminta seluruh Dinas Ketahanan Pangan di tingkat kabupaten/kota telah diminta untuk rutin memantau peredaran beras di pasar maupun toko pengecer

