VOJNEWS.ID – Sebuah video amatir yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja mendadak viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai warga Kota Jambi menyampaikan permohonan bantuan secara terbuka kepada Gubernur Jambi, Al Haris, serta jajaran pemerintah pusat agar segera memulangkan mereka ke tanah air.
Pria tersebut mengungkapkan bahwa dirinya adalah korban penipuan lowongan kerja yang ia dapatkan melalui platform Facebook. Awalnya, ia dijanjikan pekerjaan di sebuah restoran dengan gaji besar. Namun, setibanya di Kamboja, ia justru dipaksa bekerja dalam sindikat penipuan daring (online scamming).
Kondisi para pekerja di sana sangat jauh dari kata layak. Korban mengaku terus-menerus berada di bawah tekanan dan ancaman fisik.
”Saya dipaksa untuk menipu di sini. Apabila saya tidak menipu, saya akan disiksa,” ujar pria dalam video tersebut dengan nada bergetar.
Ia juga menambahkan bahwa selama satu bulan bekerja, ia sama sekali tidak menerima upah sepeser pun. Hal inilah yang membuatnya dan ratusan rekan lainnya tidak memiliki biaya untuk membeli tiket pulang secara mandiri.
Dalam cuplikan video tersebut, terlihat ratusan orang yang diduga merupakan WNI tidur berhimpitan di sebuah ruangan besar menyerupai gudang. Mereka hanya beralaskan tikar atau matras tipis dengan barang-barang bawaan yang berserakan di sekitar mereka.
Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.200 warga negara Indonesia yang berada di lokasi penampungan imigrasi di Phnom Penh, Kamboja. Mereka semua berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Indonesia, khususnya KBRI di Kamboja, untuk mempercepat proses repatriasi.

