Disdik Provinsi Jambi Turun Tangan Terkait Ricuh Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjabtim

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar

VOJNEWS.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi angkat bicara menyusul viralnya video kericuhan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Disdik menyayangkan insiden tersebut dan memastikan akan melakukan pendalaman dengan menurunkan tim ke lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama tim SMK Disdik Provinsi Jambi untuk segera turun langsung ke SMKN 3 Tanjab Timur.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk menimba ilmu serta menanamkan nilai-nilai kebaikan. Insya Allah, secepatnya tim bidang GTK bersama SMK Disdik akan turun ke lokasi untuk mendalami persoalan ini,” ujar Umar, Rabu (14/1/2026).

Umar juga mengimbau seluruh warga sekolah agar dapat bersikap bijak dan menahan diri, sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik dan kondusif. Menurutnya, setiap persoalan di lingkungan pendidikan harus diselesaikan secara edukatif dan berkeadilan.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi sekitar 3 menit 28 detik yang memperlihatkan kericuhan antara seorang guru dan beberapa siswa yang diduga terjadi di SMKN 3 Kabupaten Tanjabtim, Kecamatan Berbak.

Dalam video tersebut, tampak seorang guru terlibat adu argumen dengan muridnya. Situasi yang awalnya berupa cekcok mulut kemudian memanas dan berubah menjadi ricuh. Bahkan, guru tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa.

Berdasarkan informasi yang beredar luas, insiden ini diduga dipicu oleh ucapan guru yang dianggap menyinggung perasaan siswa. Guru tersebut disebut-sebut melontarkan kalimat yang mengaitkan kondisi ekonomi orang tua murid dengan sebutan “miskin”, sehingga memicu emosi dan reaksi keras dari para siswa.

Dalam rekaman itu juga terlihat sejumlah siswa lain berada di sekitar lokasi kejadian. Sebagian diduga terlibat langsung, sementara yang lain hanya menyaksikan situasi yang semakin tidak terkendali. Suasana di lingkungan sekolah pun tampak gaduh dan mengundang perhatian publik.

Tak hanya itu, beredar pula video lanjutan yang memperlihatkan guru tersebut mengejar para siswa usai kejadian, diduga dengan membawa senjata tajam menyerupai celurit. Hal ini semakin memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, ia mengatakan bahwa pihak kepolisian akan memfasilitasi mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, para orang tua murid, serta unsur Forkopimcam.

“Benar, hari ini kami akan melakukan mediasi bersama pihak sekolah, guru, orang tua murid, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan menemukan titik terang,” singkatnya.

Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Pos terkait