VOJNEWS.ID – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, dr. Ike Silviana, memaparkan langsung sejumlah tantangan pelayanan kesehatan di hadapan Komisi IX DPR RI. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti keterbatasan fasilitas, distribusi bahan medis, hingga persoalan sistem aplikasi yang dinilai membebani tenaga kesehatan di lapangan.
Menurut dr. Ike, saat ini Provinsi Jambi memiliki 218 puskesmas yang melayani sekitar 3,7 juta penduduk. Namun jika dibandingkan dengan kebutuhan dan kondisi pelaksanaan program CKG, situasinya dinilai cukup mengkhawatirkan.
“Kalau dibandingkan dengan kondisi CKG kondisi kami mengkhawatirkan yaitu hanya 38,06,” ungkap dr Ike, Senin (23/2/2026) sore.
Ia juga menjelaskan terkait dengan distribusi BMPHP (Bahan Medis Pakai Habis Program) untuk mendukung CKG yang dilakukan melalui mekanisme micro planning yang disusun puskesmas kabupaten/kota dan diajukan langsung ke Kementerian Kesehatan.
Pemerintah Provinsi Jambi menerima distribusi dari pusat untuk kemudian disalurkan ke puskesmas. Namun, dalam praktiknya, ketersediaan bahan medis tidak selalu lengkap.
“Pemberian BMPHP itu sesuai juga dengan keberadaan apa yang ada di pusat. Terkadang pemeriksaan yang kita lakukan tidak semua bahannya ada,” jelasnya.
Selain persoalan logistik, dr. Ike juga menyoroti kompleksitas sistem pelaporan digital. Menurutnya, terlalu banyak aplikasi yang harus diisi petugas kesehatan, termasuk dalam program CKG yang menggunakan sistem pencatatan tersendiri.
“Terlalu banyak aplikasi, kita tahu CKG itu menggunakan sistem pencatatan. Sampai sekarang pengisiannya masih up dan down,” katanya.
Ia menegaskan, jika memang penggunaan aplikasi ASIK menjadi kebijakan nasional, maka perlu ada penyederhanaan sistem agar tidak membebani tenaga kesehatan. Menurutnya, fokus utama tenaga kesehatan seharusnya tetap pada pelayanan kepada masyarakat, bukan pada tumpukan administrasi digital.
“Masin-masing program mempunyai aplikasi, jadi petugas kami di lapangan harus mengisi aplikasi di program dan aplikasi untuk ASI. Itu yang menjadi keberatan teman-teman,” pungkasnya.
Peringatan ! Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

